Wanita Ditikam 9 Kali Saat Antar Anak di Tangerang

Wanita Ditikam 9 Kali

Wanita Ditikam 9 Kali Saat Antar Anak di Tangerang

Tangerang, Banten — Sebuah peristiwa kekerasan serius mengguncang warga Tangerang pada Jumat pagi, 6 Februari 2026. Seorang wanita berinisial AS menjadi judi bola parlay korban penikaman oleh seorang pria berinisial EJ saat tengah mengantar anaknya ke sekolah di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Korban mengalami luka tusuk pada beberapa bagian tubuh dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu berlangsung pada pagi hari ketika AS sedang berjalan bersama anaknya menuju sekolah. Tanpa diketahui sebelumnya, EJ, pria berusia 35 tahun, mendekati slot gacor min depo 10k korban lalu menikamnya berkali‑kali menggunakan senjata tajam. Polisi menyatakan korban menderita sampai sembilan luka tusuk, terutama di bagian perut dan punggung, juga luka sabetan di pipi dan kepala.

Begitu laporan diterima melalui layanan darurat polisi 110, petugas cepat tiba di lokasi dan menangkap pelaku. EJ kini telah diamankan bersama barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Motif Pelaku Menurut Polisi

Hasil penyelidikan awal mengungkapkan bahwa tindakan penikaman dipicu oleh persoalan pribadi. Pelaku mengaku merasa sakit hati terhadap korban. Ia mengklaim korban kerap mengejek dan merendahkan keluarga pelaku sebelum kejadian.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menegaskan bahwa permasalahan pribadi tidak dapat membenarkan kekerasan seperti itu. Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar menyelesaikan konflik melalui jalur hukum dan dengan cara yang bijak.

Kondisi Korban dan Tindakan Polisi

Setelah ditikam, korban langsung dilarikan ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan darurat. Kondisinya sempat menjadi perhatian warga karena jumlah luka yang cukup banyak. Untungnya, pelaku berhasil ditangkap di tempat kejadian sehingga situasi cepat terkendali.

Polisi masih melanjutkan pemeriksaan terhadap EJ untuk memastikan detail motif dan mengumpulkan bukti tambahan. Tersangka kemungkinan akan dijerat dengan pasal terkait penganiayaan berat di bawah hukum pidana Indonesia.

Reaksi dan Implikasi Sosial

Kejadian ini menarik perhatian masyarakat Tangerang dan sekitarnya karena dilakukan di tempat umum pada jam anak-anak berangkat sekolah. Banyak yang mengungkapkan kekhawatiran tentang keselamatan di lingkungan sekolah serta perlunya langkah preventif terhadap konflik pribadi yang bisa bereskalasi menjadi kekerasan fisik.

Profesional hukum dan tokoh masyarakat pun menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan melalui jalur resmi, misalnya mediasi atau laporan ke pihak berwajib saat terjadi sengketa. Kekerasan tidak hanya merugikan korban tetapi juga berdampak psikologis pada anak yang menyaksikan atau berada dekat saat kejadian terjadi.

Pencegahan Kekerasan di Masyarakat

Peristiwa seperti ini mengingatkan bahwa lingkungan sekolah dan rute anak ke sekolah perlu aman dan mendapat perhatian serius dari keluarga hingga aparat setempat. Program pengawasan komunitas dan kampanye anti‑kekerasan bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak dan warga.

Kesimpulan:

Insiden penikaman di Tangerang ini menunjukkan betapa pentingnya menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Pelaku telah ditangkap, dan korban sedang dirawat. Dugaan awal motif adalah persoalan pribadi, namun penyidikan masih terus dilakukan oleh polisi guna memastikan semua fakta.

Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami konflik yang memicu emosi kuat, carilah bantuan dari pihak berwenang atau konselor profesional. Segera laporkan kejadian yang mencurigakan kepada aparat keamanan setempat untuk menjaga keselamatan bersama.